Al Hijaz Indowisata
Biro Perjalanan Wisata, Haji & Umrah

Hubungi Kami
Sentuh Nomor Untuk Hubungi Kami
Izin Umrah. No.722 Tahun 2017
Izin Haji. PHU/HK.3245/IV/2015

Tanda Kematian Yang Mulia, Syahid Bi Husnil Khotimah

Tanda Kematian Yang Mulia
Tanda kematian yang mulia, syahid bi husnil khotimah

Kematian

Kematian itu memang misteri, Allah subhaanahu wa ta'aala berfirman :
Tidak ada satupun jiwa yang mengetahui di belahan bumi mana dia akan meninggal. (QS. [31] Luqman: 34).
Tapi mati adalah sesuatu yang pasti, Allah subhaanahu wa ta'aala berfirman :
Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahala kalian. (QS. [3] Ali `Imran: 185).
Berikut beberapa pertanyaan untuk Anda :
- Apakah Anda merasa akan mati setelah membaca artikel ini ?
Silakah Anda renungkan sejenak sebelum menjawab pertanyaan berikutnya.
- Apakah Anda merasa akan mati besok hari ?
Silakan renungkan lagi sebelum ke pertanyaan selanjutnya.
- Apakah Anda yakin di tahun 2016 masih hidup ?
Dari pertanyaan barusan apa yang Anda rasakan? Mari ke pertanyaan selanjutnya.
- Apakah Anda yakin di tahun 2160 nanti masih hidup juga ?
Jawabannya ya / tidak
- Apakah Anda masih yakin di tahun 2610 masih hidup ?
Jawabannya ya / tidak



Tanda Kematian Yang Mulia, Syahid Bi Husnil Khotimah


Tanda Kematian Yang Mulia
Death (bahasa Inggris) yang berarti kematian dalam bahasa Indonesia

Berbicara tentang kematian, mungkin Anda sering mendengar kalimat "Mati Syahid", yaitu mati dalam keadaan syahid. Mati syahid identik dengan peperangan, orang yang mati dalam medan pertempuran dalam Islam disebut orang yang mati syahid.

Akan tetapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberitahukan, bahwa selain mati dalam pertempuran ada tanda kematian yang mulia, dan mendapat pahala syahid.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada para sahabat, “Siapakah syahid menurut kalian?”
‘Orang yang mati di jalan Allah, itulah syahid.’ Jawab para sahabat serempak.
“Berarti orang yang mati syahid di kalangan umatku hanya sedikit.” Lanjut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
‘Lalu siapa saja mereka, wahai Rasulullah?’ tanya sahabat.
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan orang yang bergelar syahid,
“Siapa yang terbunuh di jalan Allah, dia syahid. Siapa yang mati (tanpa dibunuh) di jalan Allah dia syahid, siapa yang mati karena wabah penyakit Tha’un, dia syahid. Siapa yang mati karena sakit perut, dia syahid. Siapa yang mati karena tenggelam, dia syahid.” (HR. Muslim 1915).
Dalam Hadits lainnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang siapa saja yang mendapatkan pahala mati syahid :
Dari Jabir bin Atik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Selain yang terbunuh di jalan Allah, mati syahid ada tujuh: mati karena tha’un (semacam penyakit lepra) syahid, mati karena tenggelam syahid, mati karena sakit tulang rusuk syahid, mati karena sakit perut syahid, mati karena terbakar syahid, mati karena tertimpa benda keras syahid, wanita yang mati karena melahirkan syahid.” (HR. Abu Daud 3111 dan dishahihkan Al-Albani).
Hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai orang meninggal di hari yang mulia, yaitu hari Jumat.
Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia pada hari Jumat atau pada malam Jumat melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah (pertanyaan) kubur.” (HR. Ahmad 6739, Turmudzi 1074 dan dihasankan al-Albani).
Mereka digelari oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai syahid, namun jenazahnya disikapi sebagaimana jenazah kaum muslimin pada umumnya, tidak seperti orang yang meninggal saat berperang di jalan Allah, yang langsung dimakamkan dengan tubuh yang bersimbah darah.

Artinya bahwa setiap orang yang meninggal dengan gelar syahid, yang selain dari mati saat peperangan tetap wajib dimandikan, dikafani, dishalatkan, dan dimakamkan. Para ulama mengistilahkan dengan syahid akhirat. Di akhirat dia mendapat pahala syahid, namun di dunia dia ditangani sebagaimana umumnya jenazah.

Semoga kita termasuk kedalam orang-orang yang mati dalam keadaan Islam, di tempat yang mulia dan di hari yang mulia, Syahid Bi Husnil Khotimah. Aamiin Ya Allah Ya Robbal 'Aalamiin.



Waspadalah maut mengintai Anda ! Perbanyaklah amal shalih selagi hidup dunia !

Video berdurasi 1:43 menit di bawah ini bisa memberikan gambaran kepada Anda, bagaimana bila maut telah mencapai ajalnya (waktunya).

Subscribe to receive free email updates: